Jumat, 12 Januari 2018

Untukmu, Calon Imamku


Aku ingat betul, saat pertama kali kusebut namamu dalam sepertiga malamku. Saat itu, saat pertama kali aku memintamu kepada Allah agar dijodohkan denganku. Entah harus kubuang ke mana maluku ini. Mungkin aku sangat tidak pantas untuk disandingkan denganmu, bahkan untuk sekedar mengharapkanmu pun rasanya aku malu. Malu untuk mengakui bahwa aku telah jatuh hati padamu. Hari itu, meski bukan pertama kalinya aku melihatmu, namun rasanya aku baru mengenalmu. Mengenalmu sebagai seseorang yang aku semogakan, mengenalmu sebagai seseorang yang aku inginkan hadir di setiap hariku.

-Bee.

Minggu, 08 Januari 2017

RINDU YANG MELEWATI BATAS

 
Terduduk diri ini dalam kesendirian
Menikmati sepi yang enggan tinggakan
Dalam dinginnya angin malam
Bersama jiwa-jiwa yang temaram

Aku tak tahu mengapa ini terjadi
Lagi, bukan untuk yang pertama kali
Kisah-kisah lama itu
Mengingatkan betapa indahnya masa lalu

Ingin hati melampiaskan
Ingin mata menyaksikan
Ingin mulut membincangkan
Ingin telinga mendengarkan

Namun apa daya
Tangan tak mampu meraih
Lutut pun terpaut tanah
Kaki tak sanggup melangkah

Lalu, apa yang harus kulakukan?
Saat rindu telah melewati batas
Menerjang semua ruang hampa
Menyingkap tabir-tabir masa lalu

Rindu ini mengantarkanku padanya
Membawaku melayang dalam bayang
Menuntunku berlabuh mengarungi samudera
Yang dahsyat gelombang cintanya

Terkadang aku ingin terjun ke sana
Menjeburkan diri ke dalam samudera
Hanyut terbawa arus masa lalu
Menenggelamkan asa dan harapanku


(Brebes, 9 Januari 2017)