Jumat, 12 Januari 2018

Untukmu, Calon Imamku


Aku ingat betul, saat pertama kali kusebut namamu dalam sepertiga malamku. Saat itu, saat pertama kali aku memintamu kepada Allah agar dijodohkan denganku. Entah harus kubuang ke mana maluku ini. Mungkin aku sangat tidak pantas untuk disandingkan denganmu, bahkan untuk sekedar mengharapkanmu pun rasanya aku malu. Malu untuk mengakui bahwa aku telah jatuh hati padamu. Hari itu, meski bukan pertama kalinya aku melihatmu, namun rasanya aku baru mengenalmu. Mengenalmu sebagai seseorang yang aku semogakan, mengenalmu sebagai seseorang yang aku inginkan hadir di setiap hariku.

-Bee.